SMA Negeri 1 Denpasar mendapatkan kehormatan besar dengan menerima kunjungan kerja dan Focus Group Discussion (FGD) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kamis, 25 Juni 2026. Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka penyusunan Kajian Skema Rekrutmen dan Pengembangan Karier SDM Iptek melalui Penguatan Talenta STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada jenjang Pendidikan Menengah.
Kehadiran tim pusat ini disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Denpasar, M. Rida, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran manajemen sekolah di ruang multimedia sekolah. SMA Negeri 1 Denpasar dibidik secara khusus sebagai salah satu lokus rujukan utama (benchmark school) di Indonesia karena dinilai memiliki sistem pembinaan talenta yang mandiri, matang, dan mapan tanpa intervensi langsung dari program eksternal.
Ketertarikan BAPPENAS dan BRIN terhadap ekosistem riset di Smansa Denpasar bukan tanpa alasan. Rekam jejak digital dan reputasi sekolah ini telah lama dipantau, terlebih setelah suksesnya kunjungan dari delegasi SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) ke SMA Negeri 1 Denpasar pada tahun lalu. Keberhasilan Smansa dalam menunjukkan iklim akademik dan budaya riset tingkat regional saat itu menarik perhatian besar pihak kementerian, yang kemudian meyakinkan BAPPENAS dan BRIN bahwa sekolah ini adalah model paling tepat untuk melihat bagaimana pengembangan talenta STEM dapat tumbuh subur secara mandiri di luar kawasan Jawa.
Melalui kunjungan ini, BAPPENAS dan BRIN ingin mendalami praktik baik (best practices) yang diterapkan, mulai dari cara mengidentifikasi siswa berpotensi tinggi, membangun budaya riset yang mengakar, hingga peran kepemimpinan sekolah dan dukungan komunitas orang tua dalam mengarahkan siswa menuju perguruan tinggi unggulan dunia.

Memasuki acara inti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Pak Ari Martana, memaparkan secara komprehensif materi profil sekolah yang bertajuk “Penguatan Pendidikan STEM dan Pembinaan Talenta Riset-Inovasi: Nurturing STEM Talents Through Learning, Research and Innovation”. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana Smansa mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam pembelajaran kelas melalui metode Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL).
"Smansa melakukan sinkronisasi Capaian Pembelajaran (CP) antarmata pelajaran secara reguler," ungkap Pak Ari. Beliau mencontohkan integrasi apik antara mata pelajaran Kimia, Biologi, Fisika, dan Informatika yang bersinergi dalam memandu siswa meneliti atau menciptakan teknologi ramah lingkungan yang adaptif terhadap tantangan global seperti Revolusi Industri 4.0, Artificial Intelligence (AI), dan Green Economy.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang interaktif, para tamu dari BAPPENAS dan BRIN diajak menyaksikan langsung demo alat dan produk inovatif hasil riset siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Siswa Smansa (KISS).
Para ilmuwan muda Smansa dengan percaya diri memamerkan sekaligus menjelaskan cara kerja berbagai produk berbasis STEM terapan yang telah mengukir prestasi maupun yang siap berlaga di kancah internasional. Produk-produk yang didemokan antara lain:
- CompostEZ: Solusi berbasis bioteknologi dan STEM untuk efisiensi pembuatan kompos organik.
- MAGLERIC: Inovasi medis berupa patch topikal atau koyo berbahan alami yang dirancang khusus untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit (pitted keratolysis).
- Nocata: Salep luka bakar inovatif dengan formula mutakhir yang dilengkapi dengan perlindungan anti-UV.
- Produk Inovasi Lainnya: Sebuah produk riset rahasia unggulan Smansa yang dijadwalkan akan maju berkompetisi pada ajang internasional di Jepang, satu minggu dari sekarang.
Karya-karya nyata ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari tim kementerian karena mencerminkan kesiapan nyata para siswa untuk masuk ke dalam talent pool ekosistem riset, inovasi, dan SDM Iptek nasional yang sedang dirancang oleh pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan terlaksananya kunjungan ini, SMA Negeri 1 Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan berbasis riset di daerah serta berkontribusi nyata dalam menyuplai talenta-talenta STEM berkualitas dunia untuk kemajuan bangsa.