Garis finish dan papan skor di Gelanggang Akuatik Jakarta menjadi saksi bisu keperkasaan atlet-atlet muda SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa). Dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang 2026 yang berlangsung di Jakarta baru-baru ini, dua kesatria akuatik Smansa sukses mengharumkan nama Bali dan sekolah di kancah nasional melalui perjuangan yang luar biasa.
Kedua atlet tersebut adalah I Nyoman Gede Yajamana Swaha (Siswa Kelas XI.2) dan Ni Kadek Rena Kartika (Siswi Kelas XI.4). Keduanya berhasil menaklukkan tekanan mental dan persaingan sengit dari perenang-perenang tangguh di seluruh penjuru Indonesia.
Prestasi luar biasa dicatatkan oleh Ni Kadek Rena Kartika yang sukses mengamankan podium Juara 1 Nasional sekaligus membawa pulang Medali Emas di nomor 200M Gaya Ganti. Turun di lima nomor perlombaan sekaligus (50M & 100M Gaya Kupu-kupu, 100M Gaya Bebas, 100M Gaya Dada, dan 200M Gaya Ganti), Rena mengakui bahwa gaya ganti dan gaya kupu-kupu memang menjadi spesialisasi yang ia pertajam selama latihan.
"Rasanya bangga sekali bisa mendapatkan medali emas ini. Medali ini menjadi bukti kalau kerja keras dan latihan yang selama ini dijalani membuahkan hasil. Ini juga menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berkembang dan mencapai target selanjutnya," ungkap Rena dengan penuh rasa syukur.
Persaingan di level Kejurnas diakui kedua atlet jauh lebih menegangkan dibanding kejuaraan daerah (Porjar/Kejurda). Yajamana Swaha menyebutkan bahwa lawan-lawan dari daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat tampil sangat serius dan memiliki kemampuan yang hebat. Selain itu, atmosfer kolam indoor di Jakarta yang dipadati penonton memberikan sensasi ketegangan tersendiri.
Senada dengan Yajamana, Rena pun menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah melakukan adaptasi cepat terhadap kondisi air dan suasana kolam baru, terutama saat bersaing ketat dengan perenang dari Banten, DKI, dan Jawa Timur yang memiliki catatan waktu yang kuat. Berkat latihan intensif yang mereka persiapkan selama 2 hingga 3 bulan sebelum kejurnas, semua tantangan tersebut berhasil dilewati dengan matang.
Di balik medali yang berkilau, ada perjuangan fisik dan manajemen waktu yang luar biasa dari kedua siswa kelas XI ini. Di tengah padatnya kurikulum sekolah, mereka harus menjalani disiplin latihan yang sangat ketat setiap harinya.
Rena membagikan rutinitas harian yang mencengangkan: ia harus bangun sebelum fajar untuk berlatih pada pukul 05.00–06.30 WITA, dilanjutkan dengan sekolah hingga sore hari pukul 15.30 WITA. Tak berhenti di sana, ia kembali menceburkan diri ke kolam untuk latihan sesi sore pada pukul 17.00–19.00 WITA, sebelum akhirnya pulang ke rumah untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan beristirahat. Sementara itu, Yajamana memanfaatkan akhir pekannya dengan bijak; setelah berlatih penuh dari Senin hingga Jumat, hari Sabtu dan Minggu digunakannya untuk refreshing bersama teman-teman serta menuntaskan kewajiban akademiknya.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh orang tua, tim pelatih di klub maupun sekolah, rekan-rekan sejawat, serta pihak sekolah.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh Kepala Sekolah, guru-guru, dan teman-teman di Smansa, terutama dispensasi izin yang diberikan selama kami berlaga di Jakarta. Dukungan itu membuat kami jauh lebih bersemangat," tutur Yajamana.
Usai sukses besar di Kejurnas 2026, kedua perenang andalan Smansa ini tidak berpuas diri. Target besar berikutnya sudah menanti di depan mata. Baik Yajamana maupun Rena kini tengah bersiap kembali untuk terjun dalam ajang bergengsi Indonesia Open 2026 yang rencananya akan digelar pada bulan November/akhir tahun ini di Jakarta.
Sebagai penutup, mereka memberikan pesan motivasi yang kuat bagi seluruh siswa SMA Negeri 1 Denpasar yang sedang berjuang mengejar mimpi di bidangnya masing-masing.
"Jangan ragu untuk mulai berusaha. Prestasi tidak datang secara instan, melainkan dari latihan dan kerja keras yang dilakukan terus-menerus. Tetap semangat, nikmati prosesnya, dan percayalah kalau kalian juga bisa mencapai hal-hal hebat!" pesan mereka dengan kompak.