SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

Gagas Kampanye Kreatif "Sekali Aja", Tim SMAN 1 Denpasar Sabet Juara 1 Lomba Video Pencegahan Narkoba Tingkat Provinsi Bali

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... Gagas Kampanye Kreatif "Sekali Aja", Tim SMAN 1 Denpasar Sabet Juara 1 Lomba Video Pencegahan Narkoba Tingkat Provinsi Bali

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 1 Denpasar di tingkat regional. Dua talenta muda Smansa, Gede Pande Nayaka Dharma Putra (XI.9) dan Komang Radya Anantawijaya (XI.10), sukses mengamankan Juara 1 dalam Lomba Video Kampanye Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali.
Kompetisi yang berlangsung ketat sejak bergulir pada 9 Maret lalu ini menjadi panggung pembuktian kreativitas bagi duo sinematografer muda Smansa dalam menyuarakan isu sosial yang krusial di kalangan generasi muda.

Melalui karya video yang diberi judul “Narkoba di Kalangan Remaja”, Nayaka dan Radya memilih sudut pandang yang sangat dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Alih-alih menggunakan pendekatan yang kaku, mereka menyoroti satu kalimat sederhana yang kerap menjadi jebakan batman bagi para remaja: “sekali aja”.

"Kami ingin menunjukkan bahwa keputusan yang terlihat kecil dan sepele, seperti mencoba 'sekali aja' karena penasaran atau ikut-ikutan teman, justru bisa menjadi awal dari masalah yang jauh lebih besar dan merusak masa depan," ujar Nayaka.

Dengan mengambil lokasi syuting di Rumah Rio (salah satu rekan mereka)—yang disulap sedemikian rupa untuk menggambarkan atmosfer keseharian remaja—pesan dalam video ini terasa begitu nyata. Ditambah dengan narasi yang kuat, visual yang dinamis, serta teknik editing yang kekinian, video kampanye ini berhasil memikat hati para dewan juri karena dinilai edukatif tanpa terkesan menggurui.

Keberhasilan ini tidak luput dari kerja sama tim yang solid serta pembagian peran yang efektif. Radya mengambil tanggung jawab penuh dalam pengembangan ide, penyusunan konsep, hingga proses editing akhir. Sementara itu, Nayaka berfokus di balik lensa sebagai pengambil gambar (cameraman) untuk memastikan setiap adegan mampu menyampaikan emosi dan pesan secara visual.

Proses produksi yang memakan waktu total sembilan hari (21–30 Mei) ini menguras energi dan kreativitas, mulai dari tahap penulisan naskah hingga finalisasi. Mereka juga mengungkapkan bahwa inspirasi dan suntikan semangat dalam merampungkan karya ini tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat, termasuk arahan dari Pak Oman selaku salah satu sosok inspiratif bagi tim.

Penyusunan Naskah & Konsep: 21 – 23 Mei
Proses Pengambilan Gambar (Shooting): 24 Mei
Tahap Penyelarasan & Editing Video: 25 – 29 Mei
Pengumpulan Karya: 30 Mei

Menerima pengumuman sebagai Juara 1 tentu memicu rasa haru, bangga, dan syukur yang mendalam bagi Nayaka dan Radya. Puncaknya, penyerahan piala penghargaan secara resmi dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Bali pada 30 Juni.

"Kami merasa sangat bahagia dan bersyukur. Namun lebih dari sekadar meraih juara, kami bangga karena pesan pencegahan narkoba yang kami kemas ini diapresiasi dan diharapkan bisa memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas, khususnya sesama remaja," ungkap Radya.
Melalui prestasi ini, tim Smansa berharap video kampanye mereka dapat terus disebarluaskan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda bahwa masa depan yang cerah ditentukan oleh keputusan bijak yang diambil hari ini. Sesuai dengan pesan penutup yang kuat di akhir video mereka, “Jauhi narkoba, jaga masa depanmu.”