Segenap keluarga besar SMA Negeri 1 Denpasar dengan bangga mengucapkan selamat kepada ananda Nanda, siswa kelas XI-4, atas pencapaian luar biasa sebagai Duta Anak Kota Denpasar 2025. Keberhasilan ini tidak berhenti di situ, Nanda juga sukses membawa pulang piala bergilir delegasi terbaik pada ajang Mimbar Anak Bali 2025 sebagai perwakilan dari Kota Denpasar.
Pencapaian ini menjadi momen yang sangat membanggakan, mengingat piala bergilir tersebut berhasil kembali ke Kota Denpasar setelah 8 tahun. Prestasi ini menunjukkan kerja keras, dedikasi, dan komitmen Nanda dalam menyuarakan isu-isu penting yang dihadapi oleh anak-anak.

Jalan yang dilalui Nanda untuk meraih gelar ini tidaklah mudah. Dimulai sejak 1 Januari 2025, ia harus bersaing dengan 335 peserta lainnya dari seluruh Denpasar. Proses seleksi yang ketat meliputi tes tulis, wawancara, tes bakat, dan Sidang Suara Anak. Setelah melewati berbagai tahapan, Nanda berhasil lolos hingga babak final yang diselenggarakan di Gedung Dharma Negara Alaya, dan akhirnya dinobatkan sebagai Duta Anak Kota Denpasar 2025.
Perjuangan berlanjut saat Nanda terpilih menjadi delegasi Kota Denpasar di Mimbar Anak Bali. Selama dua bulan, ia menjalani mentoring intensif untuk mempersiapkan diri. Di ajang tingkat provinsi yang berlangsung pada 2-27 April 2025 di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Nanda kembali menunjukkan kemampuannya. Meskipun belum berhasil menjadi Duta Anak Bali, Nanda berhasil membawa Kota Denpasar meraih gelar delegasi terbaik berkat advokasi yang kuat.

Mengangkat Isu Kekerasan Anak dengan Solusi Konkret
Dalam perannya sebagai Duta Anak, Nanda memilih untuk mengangkat isu kekerasan terhadap anak yang masih marak terjadi di Denpasar. Ia bersama timnya menginisiasi program inovatif bernama BERANTAS (Bersama Anak Atasi Kekerasan).
Program BERANTAS berfokus pada tiga aspek utama:
* Anak: Sosialisasi ke 8 SMP di Denpasar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kekerasan anak.
* Masyarakat: Audiensi dengan Majelis Desa Adat untuk mendorong pembentukan Pararem (aturan desa) yang berfokus pada perlindungan anak.
* Pemerintah: Menyelenggarakan talkshow dengan narasumber dari KPAI dan deklarasi anak-anak Denpasar menolak kekerasan.
Nanda yakin bahwa solusi ini dapat menjadi langkah awal yang konkret untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Prestasi Nanda tidak lepas dari dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama keluarga dan teman-teman yang senantiasa memberikan semangat. Namun, Nanda juga menegaskan bahwa keberanian untuk bangkit dari cedera taekwondo yang dialaminya menjadi motivasi terbesarnya untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru yang bermanfaat.

Sebagai Duta Anak Kota Denpasar, peran Nanda kini semakin penting sebagai jembatan aspirasi anak-anak kepada pemerintah. Ia berharap, melalui perannya, suara anak-anak dapat didengar dan diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang menjadikan Denpasar sebagai kota layak anak.