SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

Smansa Denpasar Borong 4 Emas dan 2 Perak di Bali International Science Fair (BISF) 2026!

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... Smansa Denpasar Borong 4 Emas dan 2 Perak di Bali International Science Fair (BISF) 2026!

Jiwa peneliti muda SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA) kembali mengguncang panggung dunia. Mengirimkan 6 tim andalannya, kontingen riset SMANSA sukses menyabet total 4 Medali Emas (Gold Medal), 2 Medali Perak (Silver Medal), serta 2 Penghargaan Khusus (Special Awards) dalam ajang bergengsi Bali International Science Fair (BISF) 2026.

Dominasi luar biasa ini membuktikan bahwa kultur riset di SMANSA tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global dan kelestarian lingkungan lokal.

Keberhasilan memborong medali ini bukanlah sebuah kebetulan. Ibu Asri, salah satu guru pembina riset SMANSA, membeberkan kunci utama kekompakan anak didiknya.
"Anak-anak SMANSA itu sangat menyukai tantangan dan selalu bersemangat mengikuti hampir di setiap ajang LKTI Internasional. Selama persiapan hingga di arena lomba, keenam tim ini saling mendukung dan bertukar informasi demi memberikan yang terbaik," ujar Bu Asri bangga.

Berikut adalah rincian prestasi gemilang yang ditorehkan oleh para ksatria riset SMANSA di BISF 2026:
1. HERA Team – Medali Emas & Best Presentation Special Award
 Kategori: Innovation Science (Secondary)
 Judul Penelitian: Breathing Beyond Medicine: “A Dual-Mechanism Herbal Chest Patch for Tuberculosis Symptom Relief”
 Anggota: Kadek Cintya Attila Weda, Rehan Emerald Fariel Mitra, I Wayan Bagus Manik Astagina, Gusti Ayu Rajni Danastri Putra, Gusi Putu Agus Yoga Andika Putra, I Gusti Ngurah Anandita Putra Aryana.
 Sorotan: Selain membawa pulang emas, tim ini diakui sebagai presenter terbaik karena kelugasan mereka dalam memaparkan inovasi plester dada herbal untuk penderita tuberkulosis.

1. Tim CIUS – Medali Emas & Outstanding Research Special Award
 Kategori: Life Science
 Judul Penelitian: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Kintamani dan Biji Pepaya sebagai Organic Body Scrub.
 Anggota: Putu Dira Cahyani Arya Putri, Anak Agung Istri Agung Kirania Putri, Pande Putu Adelia Daynera Agini, I Gusti Agung Elyn Nareswari, Ni Made Nabila Kesya Saputri, I Dewa Gede Alit Wedantha Kurniawan.
 Sorotan: Mereka memukau juri GISA (Gifted in Science Academy) dengan mengangkat isu lingkungan lokal Bali. Pande Putu Adelia menceritakan bagaimana mereka meyakinkan juri secara santai namun ilmiah tentang kombinasi enzim papain dan vitamin C yang aman untuk pH kulit manusia.

1. CORELLA Team – Medali Emas
 Kategori: Life Science
 Judul Penelitian: CORELLA: Utilization of Bacterial Cellulose from Kombucha SCOBY (Medusomyces gisevii) Combined with Roselle Flower Extract (Hibiscus sabdariffa) as a Topical Antioxidant and Anti-Aging Serum
 Anggota: Dewa Gede Indrya Dharma Vikarayasa, Ni Putu Kirana Pradnyandari Arnawa, Ni Kadek Naia Swari Wiguna, Ni Kadek Sintya Purnama Dewi, Gde Cakka Winanjaya Pratama, Putu Amelia Khaira Putri (SMAN 3 Denpasar - Kolaborasi).

4. CompostEZ Team – Medali Emas
 Kategori: Electronics & IoT
 Judul Penelitian: IoT-Based Smart Composting System for Accelerating Organic Waste Decomposition
 Anggota: Anak Agung Nirmala Sari Wiraputri, Anak Agung Ayu Indira Maharani, Kadek Candra Kirana, Ni Made Ayu Nadine Vivia Renata, Putu Aira Sasikirana Winata, Putu Bemby Vanya Ayudya Kumara.
 Sorotan: Diakrab disapa Gung Indi, perwakilan tim menjelaskan bahwa sistem pengomposan pintar berbasis IoT ini menggunakan sensor suhu, kelembapan, dan gas real-time untuk mengatur ventilasi otomatis. Hasilnya? Dekomposisi sampah organik menjadi jauh lebih cepat dan tidak berbau dibanding metode konvensional.

5. TRI-HITA Team – Medali Perak
 Kategori: Electronics & IoT (Secondary)
 Judul Penelitian: Technology for Recycling & IoT Substrate Hydroponic Integration to Transform Agriculture
 Anggota: I Gede Abi Bhaskara Mulya Utama, Anak Agung Ngurah Narendra Brahmanta, I Gusti Agung Govindha Maheswara, I Komang Krishna Maheswara Nugraha, I Gusti Ngurah Gede Angga Panji Kenanta, Anak Agung Gede Darian Ganesia Wicaksana.

6. KOVARA Team – Medali Perak
 Kategori: Social Science (Secondary)
 Judul Penelitian: KOVARA: Kolok Village Augmented Reality Archive — An Effort to Preserving the Cultural Heritage of Bengkala
 Anggota: Ni Putu Nadia Anistadevi, Ida Ayu Mas Laksita Kanary, I Gusti Ngurah Agung Perama Ugra Sena, I Ketut Jelantik Kepakisan, Komang Surya Raditya, Made Krisnayasa Putra Asika.
 Sorotan: Terinspirasi dari keresahan akan Gen Z yang mulai malas membaca, Kanary dan tim mengemas kebudayaan Desa Bengkala lewat teknologi Augmented Reality (AR).  Meskipun menghadapi tantangan jarak riset yang jauh dan perjuangan presentasi dalam bahasa Inggris, inovasi mereka dinilai sangat relevan oleh para juri.

Keberhasilan luar biasa ini menyisakan rasa haru bagi para siswa. Begadang demi riset, kegagalan formulasi, hingga sulitnya membagi waktu dengan tugas sekolah terbayar tuntas saat pengumuman juara.

Gung Indi dan Adelia kompak menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang membantu. Peran guru pembimbing, khususnya Bapak Ari Martana dan Ibu Asri yang tanpa lelah memberikan arahan, masukan, dan solusi saat riset menemui jalan buntu, menjadi salah satu kunci sukses tim tersebut.

Tak lupa, kehangatan support system dari rumah juga menjadi bahan bakar semangat mereka.

"Di rumah, orang tua adalah nomor satu. Mulai dari doa yang tidak pernah putus, hingga menyiapkan camilan saat kami kerja kelompok sampai larut malam. Dukungan itulah yang membuat kami tetap semangat," kenang Adelia haru.

Di akhir wawancara, Kanary dari tim KOVARA menitipkan sebuah pesan bermakna bagi seluruh siswa SMANSA yang ingin memulai langkah di dunia riset:
"Coba dulu, hasilnya dipikirin nanti aja."