Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan kembali mengantarkan murid SMA Negeri 1 Denpasar meraih prestasi membanggakan. Tim LEGUBRIK berhasil meraih Juara Harapan I dalam Lomba Cipta Teknologi Tepat Guna Pengolahan Sampah Organik yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Kompetisi yang diikuti oleh 50 tim dari berbagai daerah di Bali ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi dalam mengatasi permasalahan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Tim LEGUBRIK terdiri atas enam murid SMA Negeri 1 Denpasar, yaitu I Gusti Ngurah Agung Tristan Daniswara Yudha (XI.2), Ni Wayan Amrita Putri Sugita (XI.6), Putu Amabel Vinaya Maheshvari (XI.6), I Nyoman Bagus Wiantara Yasa Karyana (XI.4), I Gede Danendra Wicaksana (XI.4), dan Nyoman Ayu Chandini Prabaswari (XI.6). Di bawah bimbingan Luh Asri Martani, S.Pd., M.M., tim ini mengembangkan inovasi bernama LEGUBRIK, yakni briket berbahan dasar limbah organik canang yang dipadukan dengan ekstrak tanaman legundi sebagai alternatif produk pengusir nyamuk.
Gagasan inovasi tersebut berawal dari kepedulian anggota tim terhadap persoalan sampah organik di Bali, khususnya limbah canang yang dihasilkan dari aktivitas persembahyangan sehari-hari. Penumpukan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan, termasuk menciptakan kondisi yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, tim juga mempertimbangkan perlunya alternatif terhadap penggunaan produk pembasmi nyamuk berbahan arang komersial. Melalui LEGUBRIK, mereka berupaya menghadirkan solusi yang menggabungkan pengolahan limbah organik dengan pemanfaatan bahan alami yang memiliki potensi sebagai pengusir nyamuk.
Keunggulan utama LEGUBRIK terletak pada pemanfaatan limbah canang menjadi produk briket yang memiliki nilai guna lebih tinggi. Penambahan ekstrak legundi menjadi bagian dari pengembangan produk yang dirancang untuk membantu mengusir nyamuk. Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif pemanfaatan sampah organik, tetapi juga mengangkat potensi bahan lokal Bali dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, tim berharap LEGUBRIK dapat menjadi salah satu contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan Tim LEGUBRIK dalam kompetisi ini melalui sejumlah tahapan seleksi yang menantang. Setelah melakukan pendaftaran, tim mengumpulkan video proses pembuatan inovasi serta karya tulis ilmiah lengkap atau full paper sebagai bagian dari babak penyisihan. Berkat kualitas gagasan dan pengembangan produk yang ditampilkan, LEGUBRIK berhasil menembus enam besar dari total 50 tim peserta. Pada tahap akhir, tim mempresentasikan inovasinya di hadapan empat orang juri untuk menjelaskan latar belakang permasalahan, proses pembuatan, keunggulan produk, serta potensi pengembangannya.
Kompetisi yang dilaksanakan di UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali pada 4 Juni 2026 tersebut memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika mereka memperoleh berbagai masukan konstruktif dan dukungan dari dewan juri saat sesi presentasi. Masukan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus menyempurnakan LEGUBRIK agar memiliki manfaat yang lebih luas. Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara Harapan I yang diumumkan pada 14 Agustus 2026.
Keberhasilan Tim LEGUBRIK menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi karya inovatif yang bernilai. Prestasi ini sekaligus menunjukkan kemampuan murid SMA Negeri 1 Denpasar dalam mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, penelitian, dan keterampilan pemecahan masalah untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. Dukungan guru pembina dan lingkungan sekolah turut menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui pencapaian tersebut, Tim LEGUBRIK berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan berani menghadirkan gagasan untuk mengatasi berbagai permasalahan di sekitarnya. Mereka meyakini bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk mengolah limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh murid SMA Negeri 1 Denpasar untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan Bali.