SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

Guncang Podium Nasional, Tim SMA Negeri 1 Denpasar Sabet Juara 2 Olimpiade Kedokteran MEDSCOPE Undiksha 2026

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... Guncang Podium Nasional, Tim SMA Negeri 1 Denpasar Sabet Juara 2 Olimpiade Kedokteran MEDSCOPE Undiksha 2026

Konsistensi SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa) dalam menorehkan jejak prestasi akademik di tingkat nasional kembali terbukti. Tim olimpiade Smansa berhasil menyabet Juara 2 Nasional dalam ajang Medical Scientific Competition and Open House (MEDSCOPE) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, pada 22–24 Juli 2026.

Mengusung tema "Breath: Begin the Healer's Path", kompetisi bergengsi ini diikuti oleh ratusan kontestan siswa SMA/SMK sederajat dari seluruh Indonesia. Tim unggulan Smansa yang sukses mengukir prestasi gemilang ini beranggotakan tiga siswi kelas XII:
 Komang Pinon Sawitri Adibrata (XII.1)
 Ni Made Devika Wandira Nalini (XII.2)
 Ni Made Ayu Nadine Vivia Renata (XII.2)
Keberhasilan mereka tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan intensif dari guru pembina, Bapak I Putu Widiarta, S.Pd. (Pak Widi).

Perjalanan meraih trofi nasional ini diawali dari babak penyisihan secara daring (Zoom Meeting) pada 28 Juni 2026 yang menguji pemahaman teori dasar Biologi, Kimia, Fisika, dan Kedokteran Dasar. Setelah dinyatakan lolos ke babak semifinal, tim Smansa menjalani persiapan intensif selama dua minggu dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium Biologi Smansa:
1. Minggu Pertama: Pendalaman materi keilmuan sains dasar (Fisika, Kimia, Biologi).
2. Minggu Kedua: Fokus pada materi kedokteran dasar (Anatomi, Histologi, Biokimia), diagnosis penyakit pernapasan, serta simulasi ujian klinis Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Di lokasi perlombaan, Kampus FK Undiksha Singaraja, sepuluh tim terbaik bertanding di babak semifinal melalui rally games, pengamatan preparat anatomi-histologi, dan pengujian OSCE (mulai dari wawancara medis/anamnesis hingga ketepatan tata laksana farmakologi). Kompetisi memuncak pada babak final yang mempertemukan lima tim terbaik dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) interaktif yang mencakup babak wajib, rebutan, dan taruhan.

Meraih hasil manis di tingkat nasional membutuhkan kedisiplinan dan manajemen waktu yang ketat di tengah kesibukan sekolah. Pinon dan tim menerapkan formula belajar terstruktur: siang hingga sore hari diprioritaskan untuk membedah soal-soal olimpiade, sedangkan malam hari difokuskan untuk pelajaran sekolah.

Tak hanya itu, faktor mental dan kerja sama tim menjadi pendorong utama. Bagi Pinon, kemenangan ini terasa sangat emosional. Setelah sempat terhenti di ajang MEDSCOPE 2025, kegigihan dan evaluasi berlanjut mengantarkannya meraih podium di MEDSCOPE 2026.

"Sangat senang dan bersyukur karena hasil kerja keras tim bisa membuahkan hasil. Kemenangan ini menjadi bukti nyata dari proses panjang, kerja sama tim, serta dukungan penuh dari sekolah, keluarga, dan teman-teman," ujar Pinon.

Devika juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi semua pihak di Smansa. "Tim kami mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru pembimbing, serta guru-guru yang memberikan izin dispensasi, motivasi, dan fasilitas selama persiapan," ungkap Devika.

Keikutsertaan dalam ajang kedokteran ini berawal dari ketertarikan mendalam para anggota tim terhadap dunia kesehatan serta cita-cita untuk berkontribusi dalam masyarakat. Selain mengasah bakat, ajang ini menjadi langkah strategis bagi ketiga siswi untuk memperdalam kesiapan menuju perguruan tinggi di bidang kedokteran.

Capaian impresif ini mempertegas kualitas pembinaan olimpiade di SMA Negeri 1 Denpasar sekaligus membuktikan kapasitas siswa-siswi Smansa dalam menjaga estafet prestasi di panggung akademik nasional.

Keluarga besar SMA Negeri 1 Denpasar mengucapkan selamat kepada Pinon, Devika, dan Vivia! Semoga pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa Smansa untuk berani mencoba hal baru, mengasah potensi diri, dan terus mengukir prestasi demi mengharumkan nama sekolah.

(Galung, Ardi, Belva)