SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

Hadirkan "NUMA" Boneka Pereda Stres, Tim Peneliti Muda Smansa Raih Gold Medal Pekan Essay Nasional 2026

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... Hadirkan "NUMA" Boneka Pereda Stres, Tim Peneliti Muda Smansa Raih Gold Medal Pekan Essay Nasional 2026

Komitmen SMA Negeri 1 Denpasar dalam mencetak generasi inovator yang peduli pada isu sosial dan kesehatan kembali membuahkan hasil manis. Lima siswa bertalenta dari kelas X.2 sukses menorehkan prestasi gemilang berskala nasional dengan menyabet Gold Medal (Medali Emas) dalam ajang Pekan Essay Nasional 2026 yang diselenggarakan di Kampus Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, Sabtu (2/5/2026).
Kelima peneliti muda Smansa tersebut adalah:
1.⁠ ⁠Ni Wayan Citra Ayu Divani
2.⁠ ⁠Ni Komang Kristria Aurelia
3.⁠ ⁠Ni Putu Yariska Anindita Rianti Dewi
4.⁠ ⁠Anak Agung Gede Agung Kenzie Wira Adinata
5.⁠ ⁠Ketut Putri Ayu Elviera Gayatri

Di bawah bimbingan guru pendamping, Ibu Asri, tim ini mengangkat judul karya ilmiah yang sangat visioner: “Integrasi Sistem Terapetik Somatosensorik-Olfaktori pada Media Plush Doll untuk Reduksi Kecemasan dan Peningkatan Kualitas Tidur: Sebuah Inovasi Non-Farmakologis Menuju SDGs Poin 3.”

Gagasan ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap tingginya tingkat stres, kecemasan, dan gangguan tidur (insomnia) yang kerap melanda kalangan remaja masa kini. Melalui riset mendalam, mereka menciptakan NUMA, sebuah inovasi plush doll (boneka) yang menggabungkan stimulasi sentuhan (somatosensorik) dan keharuman aromaterapi (olfaktori). Kombinasi unik ini dirancang khusus untuk merangsang relaksasi, menurunkan hormon stres, dan meningkatkan kualitas tidur secara alami tanpa obat-obatan, sekaligus mendukung poin ke-3 SDGs (Sustainable Development Goals) yaitu Kesehatan dan Kesejahteraan.

Keberhasilan ini merupakan buah dari pembagian tugas yang terstruktur dan kerja sama tim yang sangat solid:
•⁠  ⁠Citra & Tria: Bertindak sebagai motor utama dalam menyusun alur esai, merangkai isi tulisan, serta mengelola referensi jurnal ilmiah.
•⁠  ⁠⁠Yariska & Putri: Berbagi peran dalam merancang konsep visual, menyunting, dan merapikan estetika poster presentasi agar tampil konsisten.
•⁠  ⁠⁠Kenzie: Melakukan editing akhir pada poster dan menyusun kesimpulan karya secara tajam.

Hebatnya, seluruh anggota tim terlibat langsung secara gotong-royong dalam proses manufaktur fisik produk boneka NUMA, mulai dari pematangan konsep hingga realisasi bentuk.
Saat proses riset, mereka sempat menghadapi tantangan besar terkait daya tahan aromaterapi pada boneka. Namun, lewat komunikasi yang baik, mereka berhasil melahirkan solusi cerdas berupa sistem isi ulang (refill) aromaterapi pada boneka NUMA agar manfaat relaksasinya dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Setelah menyisihkan puluhan perwakilan dari seluruh Indonesia pada babak seleksi full paper, tim Smansa berhasil menembus jajaran 15 besar tim terbaik di subtemanya untuk melaju ke babak final di Kampus Undhira Bali.

Pada babak final tersebut, para siswa diuji untuk mempresentasikan poster ilmiah dan mempertahankan argumen mereka dalam sesi tanya jawab di hadapan dewan juri yang kompeten.

"Awalnya kami merasa gugup karena harus mempresentasikan hasil pemikiran di hadapan juri. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa gugup itu berubah menjadi semangat untuk menyampaikan ide kami dengan sebaik mungkin. Sesi tanya jawab justru memberikan banyak wawasan baru karena kami ditantang berpikir kritis," ungkap Citra, mewakili rekan-rekan timnya.

Pengumuman kemenangan disambut dengan rasa haru dan bangga yang luar biasa oleh seluruh tim. Kerja keras mereka membagi waktu di tengah padatnya tugas akademis kelas X terbayarkan tuntas dengan raihan Medali Emas tingkat Nasional.

Tak berhenti sampai di sini, tim inovator muda ini sudah memiliki visi jangka panjang untuk menyempurnakan NUMA. Jika ada kesempatan, mereka berencana menyematkan sistem mekanis/mesin khusus di dalam boneka untuk mempermudah penggunaan fungsionalnya, sehingga produk ini benar-benar siap direalisasikan secara massal dalam kehidupan sehari-hari.