Prestasi membanggakan kembali diraih oleh murid SMA Negeri 1 Denpasar dalam bidang penelitian dan inovasi. Lima murid berhasil meraih Gold Medal pada ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2026 kategori Beauty and Personal Care Products. Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) ini berlangsung pada 3–6 Oktober 2026 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta.
Tim SMAN 1 Denpasar terdiri atas Saniscaraning Dewi Wirasita (XII.1), Nyoman Kirana Putri Maira Wiadnyana (XII.2), Kadek Nindya Aura Anjani (XII.5), Ni Ayu Vidya Sri Dharmadani (XII.5), dan Ni Nyoman Dewi Mahartha Kusuma (XII.3). Kelima murid tersebut mendapat bimbingan dari Luh Asri Martani, S.Pd., M.M.
Dalam kompetisi ini, tim SMAN 1 Denpasar menghadirkan inovasi berupa masker hidrogel berbahan dasar limbah bunga gemitir dan air kelapa tua. Produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif perawatan kulit yang memanfaatkan bahan organik sekaligus mengangkat potensi lokal Bali. Bunga gemitir yang banyak digunakan sebagai sarana upacara keagamaan dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan produk bernilai guna, sehingga dapat menjadi salah satu upaya mengurangi limbah organik.
Keunikan inovasi tersebut terletak pada karakteristik masker yang dirancang agar dapat larut (dissolvable) sehingga berpotensi mengurangi sampah setelah pemakaian. Selain mempertimbangkan aspek lingkungan, produk ini juga dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan perawatan kulit masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari.
Perjalanan menuju medali emas diawali dengan pencarian ide, penyusunan karya tulis ilmiah, pengadaan alat dan bahan, pembuatan produk, hingga pengujian laboratorium. Seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan didukung oleh hasil pengujian.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah proses pembuatan masker hidrogel yang membutuhkan ketelitian tinggi. Komposisi bahan, tekstur, dan ketebalan masker harus diperhatikan secara cermat agar produk tidak terlalu rapuh ataupun terlalu kaku saat digunakan. Melalui berbagai percobaan dan penyempurnaan, tim berupaya menghasilkan produk dengan karakteristik yang sesuai.
Selain pengembangan produk, persiapan juga dilakukan melalui penyusunan dokumen hasil uji laboratorium serta latihan presentasi secara intensif. Hal tersebut menjadi bekal penting bagi tim untuk menjelaskan proses penelitian, manfaat, dan keunggulan inovasi di hadapan dewan juri.
Setibanya di Jakarta, tim mempersiapkan dan menata stan pameran sebelum mengikuti rangkaian kompetisi. Pada hari pertama perlombaan, mereka mempresentasikan karya secara langsung di hadapan dua orang dewan juri. Hari berikutnya dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung pameran dan membagikan brosur informasi. Puncak kegiatan berlangsung pada sesi penganugerahan penghargaan, ketika tim SMAN 1 Denpasar diumumkan sebagai peraih Gold Medal.
Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim. Tidak hanya mengasah kemampuan penelitian dan komunikasi ilmiah, kompetisi tersebut juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan inovasi berbasis kearifan lokal Bali kepada masyarakat yang lebih luas.
Tim berharap pencapaian ini dapat memotivasi murid SMA Negeri 1 Denpasar lainnya agar berani mencoba hal baru dan mengembangkan gagasan kreatif yang bermanfaat.
"Jangan pernah takut untuk melangkah dan memulai sesuatu yang baru. Selama hal tersebut membawa dampak positif dan ruang untuk bertumbuh, ambillah kesempatan itu. Ingat, setiap pencapaian besar selalu dimulai dari keberanian untuk mencoba," pesan tim.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dipadukan untuk menghasilkan inovasi yang bernilai. Keberhasilan tim SMAN 1 Denpasar juga menjadi bukti bahwa potensi lokal Bali dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah menjadi karya yang mampu bersaing di tingkat internasional.