Prestasi gemilang berskala internasional kembali diukir oleh civitas akademika SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa). Tim Karya Ilmiah Siswa (KISS) Smansa sukses memukau dunia dalam ajang bergengsi Japan Design Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 yang berlangsung di Osaka, Jepang.
Menghadapi persaingan ketat dari 328 inovasi yang datang dari 23 negara, tim kebanggaan Smansa ini berhasil membawa pulang Medali Perak (Silver Medal) serta dua penghargaan spesial sekaligus dari China Association of Invention (CISTF), Republik Rakyat Tiongkok, yaitu:
1. Practical Livelihood Innovation Award
2. Emerging Creative Potential Award
Prestasi prestisius ini diraih berkat inovasi pangan fungsional luar biasa bernama DisfaVit, sebuah formula makanan cair berbentuk bubuk instan yang dirancang khusus untuk membantu pemenuhan nutrisi lansia penderita disfagia (gangguan menelan) akibat stroke.
Prestasi tingkat dunia ini lahir dari dedikasi dan kerja keras kolaboratif tujuh siswa hebat Kelas XI, di bawah bimbingan guru pembina yang penuh komitmen:
Guru Pembina: Ibu Ni Wayan Asri, S.Pd. (Bu Asri)
Anggota Tim:
1. Anak Agung Gde Anom Putra Asmara (XI.1)
2. Anak Agung Istri Agung Nayaka Sansika (XI.1)
3. Ni Putu Diandra Pradnya Paramitha (XI.1)
4. Ayu Anindya Pradnya (XI.1)
5. Jacquelyne Mumpuni Willem Doerleben (XI.1)
6. I Gusti Ngurah Agung Pradipta Paramananda Anom (XI.3)
7. Raden Ajeng Nada Salsabila Kosasih (XI.3)
Disfagia merupakan salah satu komplikasi stroke yang sangat berisiko memicu malnutrisi dan tersedak (aspirasi) pada lansia. Terinspirasi dari keresahan tersebut, tim KISS Smansa menciptakan formula bubuk yang ketika dilarutkan air akan mencapai tekstur kental yang aman bagi pasien—setara dengan standar internasional IDDSI Level 3 (Moderately Thick) menyerupai konsistensi madu.
Keunikan utama yang membuat juri internasional begitu terpikat adalah pemanfaatan bahan-bahan lokal berdaya guna tinggi serta daur ulang limbah organik yang kaya nutrisi. Formula DisfaVit mengombinasikan kebaikan:
- Daun kelor yang kaya zat gizi mikro.
- Kulit pisang kepok sebagai sumber serat dan energi.
- Sisik ikan kakap putih yang kaya akan kolagen dan protein untuk mendukung pemulihan sel saraf dan otot pasien pasca-stroke.
Penggunaan limbah organik ini menjadikan DisfaVit tidak hanya ramah lingkungan (eco-friendly), tetapi juga menjadi solusi pangan fungsional yang sangat praktis, tahan lama disimpan, mudah didistribusikan, dan ekonomis.
Inovasi ini tidak lahir dalam semalam. Tim telah memulai perancangan ide sejak tahun 2024. Guna memastikan keamanan konsumsi dan validitas kandungan gizinya, proses eksperimen intensif dilakukan di laboratorium universitas ternama, antara lain:
- Proses preparasi bahan di SMA Negeri 1 Denpasar dan rumah anggota tim.
- Proses pengeringan bahan di Laboratorium Farmasi FMIPA Universitas Udayana.
- Pengujian karakteristik fisik, kimia, serta keamanan mikrobiologi (Total Plate Count/TPC) di Laboratorium Analisis Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa.
Setelah sempat jeda untuk fokus akademik, tim kembali melakukan penyempurnaan materi dan teknik presentasi pada awal tahun 2026 hingga akhirnya siap terbang ke Osaka.
Berkompetisi di negeri sakura dengan ratusan inovator dunia tentu menghadirkan ketegangan tersendiri bagi tim. Namun, rasa gugup tersebut berhasil diatasi berkat kekompakan tim dan bimbingan tiada henti dari Bu Asri.
Saat sesi penjurian, tim Smansa menyuguhkan presentasi interaktif yang sangat unik. Mereka tidak sekadar menjelaskan teori, melainkan melakukan demonstrasi langsung yang memperagakan bagaimana cara kerja produk DisfaVit mengalir dengan aman di dalam saluran pencernaan pasien disfagia. Presentasi yang kreatif dan solutif inilah yang sukses merebut hati para juri internasional hingga sepakat menganugerahkan dua Special Awards.
Meski telah sukses di panggung dunia, langkah Tim KISS Smansa tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, mereka berencana untuk terus menyempurnakan formula DisfaVit agar variasi teksturnya dapat menyesuaikan berbagai tingkatan keparahan disfagia sesuai standar IDDSI. Selain itu, mereka juga menargetkan untuk melanjutkan riset ke tahap uji praklinis dan klinis agar efektivitas produk ini teruji secara medis, serta mengurus hak paten agar manfaatnya dapat dinikmati masyarakat luas.
"Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras, doa, serta dukungan penuh dari seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Denpasar, khususnya pembina kami, Bu Asri, yang selalu mendampingi di setiap langkah perjuangan kami," ungkap perwakilan tim dengan penuh rasa syukur.