Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA) dalam ajang internasional. Lima murid berhasil meraih Gold Medal, Special Award berupa Golden Ticket menuju kompetisi di Singapura, serta penghargaan Best Leader dari China dalam ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) pada 3–6 Oktober 2026 di Jakarta.
Kelima murid berprestasi tersebut adalah Anak Agung Gde Anom Putra Asmara (XII.1), Anak Agung Istri Agung Nayaka Sansika (XII.1), Komang Gusta Mahardika (XII.1), Made Andre Satria Hootara (XII.4), dan Anak Agung Ayu Indira Maharani (XII.1). Di bawah bimbingan Luh Asri Martani, S.Pd., M.M., tim ini berhasil menunjukkan kemampuan inovasi dan penelitian dalam bidang Life Science melalui pengembangan produk susu herbal yang dirancang sebagai alternatif pendukung penanganan masalah kecacingan pada anak.
Inovasi tersebut berawal dari kepedulian para murid terhadap persoalan kesehatan anak, khususnya kasus kecacingan yang masih ditemukan di masyarakat. Melalui kegiatan observasi langsung ke sekolah dasar dan pengumpulan informasi di lapangan, tim menemukan bahwa kecacingan kerap dianggap sebagai masalah kesehatan ringan, padahal kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak apabila tidak ditangani dengan tepat.
Berangkat dari temuan tersebut, tim mengembangkan inovasi susu berbahan alami dengan memanfaatkan biji pepaya dan kayu secang. Produk ini dirancang agar memiliki rasa yang disukai anak-anak sekaligus berpotensi menjadi alternatif yang lebih mudah dikonsumsi dibandingkan obat cacing berbentuk tablet. Pengembangan produk tersebut juga mempertimbangkan aspek keamanan, efektivitas, dan penerimaan konsumen.
Proses penelitian tidak berlangsung singkat. Sejak Oktober 2025, tim telah menjalani berbagai tahapan pengembangan, mulai dari pencarian formulasi, percobaan berulang (trial and error), pengadaan bahan, hingga pengujian laboratorium. Mereka juga mempersiapkan aspek hak cipta, perizinan, serta rancangan pemasaran produk melalui situs web dan media sosial Instagram.
Seluruh proses tersebut dijalankan di tengah kesibukan kegiatan pembelajaran di sekolah. Para anggota tim harus mampu mengatur waktu antara tanggung jawab akademik dan penelitian agar keduanya dapat berjalan secara seimbang.
Memasuki pelaksanaan kompetisi di Jakarta, tim melakukan persiapan secara intensif. Mereka menyusun strategi penyampaian materi agar hasil penelitian dapat dipresentasikan secara efektif dalam waktu sepuluh menit. Selain itu, persiapan dan penataan stan pameran dilakukan sejak sehari sebelum kompetisi dimulai. Kekompakan tim juga terlihat melalui diskusi bersama dan doa bersama menjelang perlombaan.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil membanggakan pada 6 Oktober 2026. Tim SMAN 1 Denpasar berhasil membawa pulang Gold Medal sekaligus memperoleh Special Award berupa Golden Ticket menuju ajang kompetisi di Singapura. Tidak hanya itu, salah satu anggota tim, Anak Agung Gde Anom Putra Asmara, turut menerima penghargaan individu Best Leader from China atas kemampuan kepemimpinannya.
Penghargaan Golden Ticket menjadi salah satu pencapaian yang paling berkesan bagi tim. Pasalnya, kesempatan untuk melanjutkan kiprah inovasi ke ajang internasional di Singapura merupakan hasil yang tidak mereka perkirakan sebelumnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar dapat melahirkan gagasan inovatif yang bernilai. Melalui penelitian berbasis permasalahan nyata, para murid tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, tetapi juga belajar tentang kolaborasi, kepemimpinan, ketekunan, dan tanggung jawab dalam menghasilkan sebuah karya ilmiah.
Tim menyampaikan pesan inspiratif bagi seluruh murid SMANSA agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dalam proses berkarya.
"Terkadang setiap proses yang kita lalui memang melelahkan, namun kesuksesan tidak akan tercapai jika kita berhenti di pertengahan jalan. Ketika kita memutuskan untuk tidak menyerah, artinya kesempatan itu masih ada. Semangat ilmuwan muda SMANSA!" ungkap tim.
Prestasi ini semakin memperkuat kiprah SMAN 1 Denpasar dalam mengembangkan budaya riset, kreativitas, dan inovasi di kalangan murid. Diharapkan, keberhasilan tersebut dapat menginspirasi generasi muda SMANSA untuk terus menggali potensi, berani menghadirkan solusi atas permasalahan masyarakat, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional maupun internasional.