BERITA

Lewat Program PANDAWA, Murid SMA Negeri 1 Denpasar Raih Predikat Terbaik Pemuda Pelopor Kabupaten Badung 2026 Bidang Lingkungan

Admin
Prestasi
Memuat gambar... Lewat Program PANDAWA, Murid SMA Negeri 1 Denpasar Raih Predikat Terbaik Pemuda Pelopor Kabupaten Badung 2026 Bidang Lingkungan

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMA Negeri 1 Denpasar. I Komang Ricky Trias Sanjaya, murid kelas XII.3, berhasil meraih predikat Terbaik Pemuda Pelopor Kabupaten Badung Tahun 2026 Bidang Lingkungan dalam ajang Seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Badung Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung. Kegiatan yang berlangsung melalui serangkaian tahapan seleksi sejak 24 Juni hingga 28 Oktober 2026 ini bertempat di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Keberhasilan tersebut diraih Ricky melalui inovasi program PANDAWA (Pandu Anak Darmasaba Wicaksana Atasi Sampah), sebuah gerakan kepeloporan di bidang lingkungan hidup yang berfokus pada edukasi, aksi nyata, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. Program ini dikembangkan berdasarkan hasil observasi dan survei langsung di lingkungan Desa Darmasaba untuk mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah serta kebutuhan masyarakat setempat. Melalui PANDAWA, Ricky berupaya membangun kesadaran dan kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, khususnya sejak usia dini.

Salah satu capaian penting program PANDAWA adalah pelaksanaan edukasi pemilahan sampah kepada 1.283 peserta didik yang tersebar di tujuh sekolah dasar dan dua taman kanak-kanak. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mengajak anak-anak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kreatif, termasuk pembuatan karya ecoprint. Pelaksanaan program turut melibatkan pemerintah desa, TPS3R Pudak Mesari, serta berbagai komunitas sebagai bentuk kolaborasi untuk menciptakan perubahan perilaku masyarakat yang berkelanjutan.

Perjalanan Ricky menuju predikat terbaik melalui sejumlah tahapan seleksi yang menuntut kesiapan dan konsistensi. Proses dimulai dengan pendaftaran, pengumpulan dokumen administrasi, dan penyusunan proposal program kepeloporan. Selanjutnya, Ricky mengikuti tahapan pemaparan di hadapan tim penilai untuk menjelaskan latar belakang, inovasi, pelaksanaan, serta dampak program PANDAWA. Berbagai data pendukung dan dokumentasi kegiatan disiapkan untuk menunjukkan bahwa program yang dikembangkan bukan sekadar gagasan, melainkan telah diwujudkan melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat.

Dalam proses persiapannya, Ricky melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai mitra, menyusun materi presentasi, serta berlatih menjawab pertanyaan tim penilai. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membuktikan dampak nyata program terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Namun, melalui konsistensi dan kerja sama dengan berbagai pihak, ia mampu menunjukkan kontribusi program PANDAWA dalam mendorong perubahan kebiasaan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Menurut Ricky, pengalaman paling berkesan bukan hanya ketika memperoleh penghargaan, melainkan ketika menyaksikan perubahan kebiasaan masyarakat melalui upaya sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa kepeloporan membutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan dalam menjalankan program, serta kemampuan membangun kolaborasi. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.

Ricky juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut mencoba hal baru dan senantiasa memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang. Ia meyakini bahwa setiap proses memiliki nilai pembelajaran dan setiap individu mempunyai perjalanan serta waktunya masing-masing. Dengan berpegang pada prinsip “hal yang sudah tertakar tidak mungkin tertukar”, Ricky mengajak teman-temannya untuk terus berusaha, tidak mudah menyerah, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Prestasi yang diraih I Komang Ricky Trias Sanjaya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Denpasar. Keberhasilannya menunjukkan bahwa prestasi murid tidak hanya dapat diwujudkan melalui kompetisi akademik, tetapi juga melalui kepedulian sosial, kepemimpinan, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program PANDAWA, diharapkan semakin banyak murid yang terinspirasi untuk menjadi generasi pelopor yang berkarakter, peduli lingkungan, dan mampu menghadirkan perubahan positif secara berkelanjutan.