Komang Alila Prabaharta Widarsa, siswa berprestasi dari SMAN 1 Denpasar, kembali mengukir sejarah dengan meraih Medali Perak untuk Kategori Best Project Innovation dan Juara 3 Best Project Presentation di ajang International Youth Excursion Network (IYEN) 2025. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 16–20 Juni 2025.
Alila, yang menjadi salah satu delegasi termuda dan bersaing dengan puluhan mahasiswa dari berbagai negara, berhasil mengharumkan nama Indonesia dan SMAN 1 Denpasar melalui inovasi visionernya.
Inovasi yang Alila dan timnya presentasikan berjudul “Ilmajinasi.id: Solusi Edukasi Inklusif dan Interaktif untuk Daerah 3T & Disabilitas”. Proyek ini menyoroti permasalahan krusial terkait minimnya fasilitas laboratorium dan media belajar visual di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kurangnya akses pembelajaran yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Fitur unggulan dari platform ini adalah Virtual Teacher Hologram, sebuah prototype canggih berbasis teknologi hologram sederhana. "Siswa cukup membuka materi 3D di smartphone mereka, lalu meletakkannya di atas prototype hologram kit. Gambar akan muncul seolah-olah melayang secara nyata," jelas Alila. "Ini sangat membantu pemahaman mereka terhadap materi yang abstrak, misalnya saat belajar sistem pencernaan, mereka bisa langsung melihat visualisasi organ tubuh secara 3D tanpa praktikum." Inovasi ini menonjol karena sifatnya yang low-cost, mudah digunakan, dan tidak tergantung pada koneksi internet, menjadikannya solusi ideal untuk sekolah-sekolah dengan keterbatasan infrastruktur.
Keunggulan Inovasi dan Perjalanan Menuju IYEN 2025
Proyek "Ilmajinasi.id" berhasil memukau juri IYEN 2025 berkat beberapa keunggulan:
* Tim Alila menjadi yang pertama mengangkat isu minimnya laboratorium sebagai fokus masalah.
* Keberhasilan menciptakan prototype nyata yang membuktikan konsep inovasi.
* Solusi yang ditawarkan sangat terjangkau, mudah diakses, dan offline-friendly.
* Presentasi yang memadukan storytelling, pemahaman studi kasus, dan penekanan pada inklusivitas.
Alila tergabung dalam tim 1A yang terdiri dari 3 mahasiswa dan 2 pelajar, didampingi oleh seorang mentor utama. Proses pengembangan inovasi ini dimulai sejak 5 Mei 2025 dan berlangsung intensif hingga menjelang keberangkatan pada 14 Juni 2025. "Manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci utama," ungkap Alila, menjelaskan bagaimana ia menyeimbangkan kegiatan sekolah dengan riset dan pengembangan proyek.
Motivasinya untuk fokus pada pendidikan inklusif muncul dari pengalaman pribadinya yang pernah kesulitan memahami materi IPA tanpa visualisasi. "Dari situ, saya sadar bahwa tantangan tersebut jauh lebih besar di daerah 3T dan di kalangan siswa disabilitas. Saya merasa perlu menghadirkan solusi yang berdaya guna, inklusif, dan humanis," imbuhnya.
Prestasi yang Menginspirasi dan Harapan Masa Depan
Perasaan syukur dan haru menyelimuti Alila saat namanya disebut sebagai pemenang. "Hampir semua peserta adalah mahasiswa dari PTN ternama, dengan inovasi yang luar biasa. Saya dan tim sepakat dari awal: kami hanya ingin memberikan yang terbaik, tanpa beban hasil," ujarnya. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketulusan membuahkan hasil.
Ke depannya, Alila berencana mengembangkan "Ilmajinasi.id" dengan fitur bahasa daerah, navigasi suara, dan modul interaktif khusus untuk penyandang disabilitas. Ia juga berambisi menjalin kolaborasi dengan komunitas disabilitas dan guru inklusi untuk terus menyempurnakan inovasinya.
Prestasi gemilang Komang Alila Prabaharta Widarsa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMAN 1 Denpasar untuk terus berinovasi, mengembangkan potensi diri, dan berani melangkah lebih jauh di panggung internasional, membawa dampak positif bagi masyarakat luas.