SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

Sabet Perunggu di Denpasar Open 2026, I Putu Anjar Arysta Windu Harumkan Nama Smansa di Cabor Tolak Peluru

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... Sabet Perunggu di Denpasar Open 2026, I Putu Anjar Arysta Windu Harumkan Nama Smansa di Cabor Tolak Peluru

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda SMA Negeri 1 Denpasar di kancah olahraga daerah. Kali ini, giliran atlet tolak peluru putra Smansa, I Putu Anjar Arysta Windu, yang sukses mengamankan podium Juara 3 (Medali Perunggu) dalam ajang bergengsi Denpasar Open 2026 yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Minggu (17/5/2026).

Siswa yang saat ini duduk di kelas X.6 tersebut berhasil mengunci posisi tiga besar setelah mencatatkan lemparan sejauh 11,08 meter di tengah persaingan sengit antarsekolah.

Persaingan di sektor putra kemarin berlangsung sangat intens. Anjar harus berhadapan dengan rival-rival tangguh yang didominasi oleh atlet dari SMAN 10 Denpasar dan SMAN 2 Denpasar.

Sejak tolakan pertama, atlet dari SMAN 10 langsung tancap gas dan memimpin perolehan jarak. Namun, Anjar tidak gentar. Memasuki tolakan kedua dan ketiga, Anjar sempat merangsek naik dan mengamankan posisi juara kedua.

Pertarungan taktik dan mental mencapai puncaknya di fase akhir. Pada tolakan pemungkas, atlet dari SMAN 2 Denpasar berhasil melakukan tolakan sejauh mungkin hingga menyalip posisi Anjar. Kendati demikian, konsistensi lemparan Anjar di angka 11,08 meter tetap berhasil mengamankan medali perunggu untuk Smansa.

"Pertandingannya lumayan intens. Di tolakan kedua dan ketiga saya sempat memegang posisi juara 2, namun di tolakan terakhir posisi tersebut disalip oleh SMAN 2, yang akhirnya membuat saya berada di posisi ketiga," ujar Anjar saat diwawancarai mengenai jalannya lomba.

Keberhasilan Anjar di Stadion Ngurah Rai kemarin juga diuji oleh faktor alam. Kondisi cuaca di venue yang agak mendung dan lumayan berangin cukup memengaruhi laju peluru saat dilepaskan. Namun, berkat bimbingan intensif dari sang pelatih, Pak Dwik Adnyana, Anjar mampu mengatasi kendala teknik di lapangan.
Menariknya, ketertarikan Anjar pada nomor Tolak Peluru ini bermula dari hobi tingkat tinggi. Sebelum terjun ke dunia atletik, ia sudah aktif melakukan latihan beban (nge-gym).

Melihat potensi explosive power (otot ledak) yang luar biasa pada diri Anjar, ia langsung diarahkan untuk menekuni cabor tolak peluru. Di sela-sela kesibukannya belajar sebagai siswa kelas X, Anjar dengan disiplin membagi waktu:
•⁠  ⁠Sore Hari: Latihan fisik di gym (fokus pada bench press dan squat) serta mengasah teknik tolakan langsung dengan peluru di lapangan.
•⁠  ⁠⁠Malam Hari: Fokus belajar dan menyelesaikan tugas akademik.

Meskipun catatan 11,08 meter ini belum memecahkan rekor pribadi (personal best) miliknya yang berada di angka 11,57 meter, capaian ini tetap menjadi milestone yang sangat emosional bagi karier atletik Anjar.

"Ini merupakan pengalaman pertama saya berlaga di Denpasar Open, dan bersyukur sekali bisa langsung membawa pulang Juara 3," ungkapnya bangga.

Menatap kompetisi berikutnya, Anjar mengaku sudah mengantongi beberapa catatan evaluasi penting. Ia bertekad untuk lebih mengintensifkan latihan teknik menolak peluru di lapangan dan tetap menjaga fokus mental.

"Target ke depan harus lebih sering latihan, terutama menolak peluru langsung, dan yang terpenting adalah jangan pernah meremehkan lawan," pungkas Anjar dengan optimis.