SMA Negeri 1 Denpasar

BERITA

SMANSA Membara di Denpasar Open 2026: Dewi Shinta Raih Emas Tolak Peluru di GOR Ngurah Rai

Admin
Prestasi
SMA Negeri 1 Denpasar
Memuat gambar... SMANSA Membara di Denpasar Open 2026: Dewi Shinta Raih Emas Tolak Peluru di GOR Ngurah Rai

Prestasi gemilang kembali diukir oleh talenta muda SMA Negeri 1 Denpasar di kancah olahraga daerah. Kali ini, atlet atletik andalan Smansa, Dewi Shinta Putri Endriawan, sukses berdiri di podium tertinggi setelah menyabet medali emas dan mengunci gelar Juara 1 pada ajang bergengsi Denpasar Open 2026.

Turun spesifik di cabang olahraga atletik nomor tolak peluru, siswi yang kini duduk di kelas XI.6 tersebut tampil memukau pada babak final yang berlangsung mendebarkan pada Minggu, 17 Mei 2026 lalu.

Atmosfer membara GOR Ngurah Rai yang dikenal riuh oleh gemuruh penonton tidak membuat mental Shinta goyah. Di babak final, Shinta harus menghadapi perlawanan sengit dari atlet asal SMA Negeri 8 Denpasar yang menjadi lawan terberatnya. Kejar-mengejar poin terjadi begitu ketat, di mana jarak rekor lemparan keduanya hanya terpaut sangat tipis.

Namun, berkat ketenangan dan penerapan strategi yang matang, Shinta berhasil melakukan lemparan terbaiknya. Jalannya pertandingan final diakui Shinta berlangsung sangat lancar karena ia mampu mengeksekusi seluruh teknik yang telah matang diasah selama latihan.

"Rasanya senang banget bisa membawa gelar juara untuk sekolah dan untuk orang tua di rumah, apalagi bertanding di GOR Ngurah Rai yang atmosfernya luar biasa," ungkap Shinta dengan penuh rasa syukur.

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari tangan dingin Pak Duwi, selaku pelatih atletik Smansa, yang sejak awal menjadi sosok pertama yang meyakinkan dan memberikan dukungan penuh kepada Shinta untuk berlaga di Denpasar Open 2026. Selain sang pelatih, dukungan moril tanpa henti dari orang tua di rumah menjadi bahan bakar utama bagi Shinta untuk tampil maksimal.

Shinta mengaku memilih menekuni tolak peluru karena merasa teknik dalam olahraga ini sangat cocok dan relatif cepat ia pelajari, sehingga menumbuhkan keyakinan besar dalam dirinya untuk terus mengukir prestasi. Bagi Shinta pribadi, medali emas ini bukan sekadar piala biasa, melainkan sebuah pembuktian nyata atas kerja kerasnya sekaligus pencapaian baru yang sangat penting di tahun ini.

Sebagai seorang pelajar, membagi waktu antara latihan fisik yang melelahkan demi persiapan kompetisi dan tanggung jawab akademik di Smansa tentu bukan perkara mudah. Namun, Shinta membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik dan disiplin tinggi, kedua hal tersebut dapat berjalan beriringan dengan sangat lancar tanpa mengorbankan salah satunya.

Meski baru saja mengunci gelar juara, Shinta tidak berpuas diri. Kompetisi Denpasar Open 2026 ini justru menjadi batu loncatan yang strategis untuk membidik target-target yang lebih besar di masa depan.

Kini, bidikan Shinta langsung mengarah pada rangkaian turnamen atletik bergengsi berikutnya. Ia menargetkan diri untuk kembali membawa pulang medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) tingkat Kota Denpasar hingga Porjar tingkat Provinsi Bali pada tahun depan.