Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 1 Denpasar. Kali ini, keberhasilan datang dari bidang olahraga elektronik (esports). I Gusti Made Raditya Nathan P.M. (XII.8) dan I Putu Jordania Pradana Nirmana (XII.6), bersama timnya, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Umum Udayana Esports Championship (UEC) 2026 pada kategori Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tingkat pelajar SMA se-Provinsi Bali.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni babak daring pada 15–24 Juni 2026 dan babak luring pada 11 Juli 2026 di Graha Yowana Suci. Ajang ini mempertemukan tim-tim esports pelajar dari berbagai SMA di Bali untuk menunjukkan kemampuan strategi, koordinasi, dan kerja sama dalam pertandingan kompetitif.
Perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Sejak babak penyisihan grup yang berlangsung secara daring, tim harus menghadapi sejumlah sekolah dengan kemampuan kompetitif yang kuat. Meski berada dalam grup yang menantang, mereka berhasil tampil konsisten dan keluar sebagai juara grup sehingga berhak melaju ke babak playoff.
Persaingan semakin ketat ketika memasuki babak delapan besar. Tim berhasil mengatasi perlawanan SMAN 7 Denpasar untuk mengamankan tempat di semifinal. Pada babak berikutnya, mereka kembali menunjukkan performa terbaik dengan menaklukkan SMAN 1 Semarapura dan memastikan langkah menuju pertandingan puncak.
Di partai final, tim berhadapan dengan SMAN 1 Negara, salah satu lawan tangguh dalam kompetisi tersebut. Melalui permainan yang solid, komunikasi yang baik, serta strategi tim yang terkoordinasi, mereka berhasil memenangkan pertandingan dan mengukuhkan diri sebagai Juara I sekaligus Juara Umum UEC 2026.
Menariknya, keberhasilan tersebut diraih di tengah tantangan internal tim. Tiga anggota tim diketahui telah menyelesaikan pendidikan SMA sehingga kesempatan untuk kembali bermain bersama menjadi lebih terbatas. Kondisi ini membuat persiapan mereka tidak seintensif biasanya.
Namun, keterbatasan waktu latihan tidak menjadi penghalang. Alih-alih mengandalkan latihan yang berlebihan, tim memanfaatkan kekompakan dan hubungan antarpemain yang telah terbangun sebelumnya. Pemahaman terhadap gaya bermain masing-masing anggota menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Bagi Raditya dan Jordania, pengalaman tersebut membuktikan bahwa keberhasilan dalam esports tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komunikasi, kepercayaan, pengambilan keputusan, dan kerja sama yang baik.
Keberhasilan ini juga mendapat dukungan dari guru pendamping, Oman, yang turut mendampingi perjalanan prestasi siswa dalam kompetisi tersebut.
Melalui pencapaian ini, tim menyampaikan pesan sederhana tetapi penuh makna kepada siswa SMA Negeri 1 Denpasar agar berani mengambil kesempatan dan tidak ragu mencoba hal-hal baru.
“Jangan takut mencoba, takutlah ketika tidak mencoba,” pesan mereka.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi siswa dapat berkembang melalui berbagai bidang, termasuk esports yang menuntut kemampuan berpikir strategis, kerja sama, kedisiplinan, dan ketangguhan dalam menghadapi persaingan.
Keberhasilan meraih Juara I dan Juara Umum UEC 2026 sekaligus menambah deretan prestasi SMA Negeri 1 Denpasar di tingkat Provinsi Bali. Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat, menjaga semangat kebersamaan, dan berani menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai kompetisi.