Prestasi membanggakan kembali diukir oleh talenta muda SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa). Kali ini, Putu Ayumi Luna Putri Diwangsa, siswa kelas XI.4, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Harapan 2 dalam ajang Lomba MC Formal pada Festival Pelajar Ajeg Bali 2026.
Perlombaan yang berlangsung pada tanggal 30 Mei 2026 di Lantai Atas UC Silver Gold Bali ini menjadi panggung pembuktian bagi Luna dalam menguasai seni memandu acara formal yang sarat akan aturan protokoler ketat. Pada kompetisi tersebut, Luna membawakan tema "Seminar Nasional" dengan pembawaan yang anggun, tegas, dan berwibawa.
Membawakan MC formal bukanlah perkara mudah. Menurut Luna, setiap elemen mulai dari kematangan vokal, ketepatan waktu, tata bahasa, hingga stage presence (penguasaan panggung) merupakan aspek krusial yang saling mengikat.
Di tengah padatnya aktivitas akademik di Smansa, Luna tetap konsisten menjaga kedisiplinan latihannya. Melatih pelafalan vokal (a-i-u-e-o), teknik pernapasan diafragma, pengaturan tempo (speed), serta mendengarkan berbagai referensi MC profesional telah menjadi makanan sehari-harinya sebelum naik ke atas panggung.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif guru pembimbing di sekolah, Ibu Putri Santini, yang dengan teliti mengawal penyusunan draf teks MC hingga menyempurnakan artikulasi dan tempo berbicara Luna.
Menariknya, bakat dan kecintaan Luna di dunia public speaking mengalir erat dari sang mama yang juga merupakan seorang MC profesional.
"Inspirasi saya berasal dari mama saya sendiri. Karena beliau merupakan seorang MC profesional, saya banyak belajar dari beliau, mulai dari public speaking, stage presence, hingga kebahasaan," ungkap Luna.
Meskipun ranah MC formal dikenal memiliki aturan protokoler yang sangat kaku, hal tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi siswi kelas XI ini. Baginya, batasan-batasan protokoler tersebut adalah sarana terbaik untuk mempelajari penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar secara lebih mendalam.
Saat ditanya mengenai tipsnya dalam mengendalikan rasa gugup sesaat sebelum mikrofon menyala di hadapan dewan juri, Luna membagikan rahasia sederhananya.
"Cukup atur napas dan percaya kalau apa pun yang terjadi di atas panggung pasti ada keajaibannya," ujarnya optimistis.
Bagi Luna, pengalaman berkompetisi di Festival Pelajar Ajeg Bali 2026 ini menjadi momen yang sangat berharga untuk menempa mental, mengasah kemampuan, serta mendongkrak kepercayaan dirinya.
Raihan Juara Harapan 2 ini bukanlah akhir, melainkan bahan bakar baru bagi Luna. Prestasi ini membuatnya semakin termotivasi untuk terus mengeksplorasi dunia broadcasting dan kompetisi public speaking ke depan. Ia berkomitmen untuk berlatih lebih gencar demi mempersembahkan prestasi yang jauh lebih tinggi bagi Smansa di masa mendatang.